Keindahan Di Masa Lalu

             Pada akhirnya apa yang paling saya takutkan pun terjadi. Semua kecemasan, kekhawatiran, ketakutan telah terakumulasi menjadi sesuatu yang tak bisa saya hindari lagi. Rasa marah, sedih, takut semuanya meluber pada satu jalan yang tampaknya tak berujung. Ternyata benar, sekuat apapun sebuah genggam bila salah satu ingin berpisah, maka genggam itu pun pasti akan terlepas. Saya tak akan bisa menahan untuk lebih lama lagi, seberapa besar pun keinginan saya.

           Disini, dengan langit yang sama  serta dengan embusan aroma pop mie, saya kembali berjalan ke belakang, melihat apa yang selama ini saya lakukan. Hampir semua foto yang ada di folder itu berisi tentang mereka, jadi saya sangat hafal setiap inci kejadian yang ada dalam tiap foto di folder itu.  Semuanya manis layaknya menjilati gulali, dan hangat seperti letupan pocorn. Semuanya indah bila waktu tak berputar. Bukan berarti saya menyalahkan sang waktu. Waktu tetaplah putaran bumi yang berjalan sebagaima mestinya, tapi tiap kejadian yang saya lihat memaksa saya untuk berhenti sejenak, dan terkadang membuat saya lupa bahwa waktu terus melangkah meninggalkan saya.

       Saya harus lekas berjalan, melangkah dan harus meninggalkan apa yang selama ini telah lama ditinggalkan oleh mereka. Kalau tidak, saya akan terjebak dalam angan-angan. Saya tak mau berangan-angan dan tetap berada dalam satu lorong waktu yang tak pernah bergerak. Saya tak pernah ingin itu. Meskipun saya sesekali mengintip ke belakang, dan melihat betapa indahnya disana, saya berjanji tak akan pernah kembali lagi. Tak ada yang bisa diselamatkan disana, kecuali keindahan di masa lalu.

PASSION + EFFORT+ PRAY = SUCCESS

 

          Memilih jurusan kuliah adalah salah satu hal yang paling membuat saya dilema di penghujung SMA ini. Banyak faktor yang membuat saya harus memilah-milah jurusan apa yang saya pilih. Mulai dari segi passion, kemampuan, peluang, prospek kerja dan faktor biaya.  Dari semua yang tadi saya sebutkan, faktor passion dan biaya yang paling saya pertimbangkan. Kalau mungkin kebanyakan teman-teman saya mengalami gejala syndrome almamater, yaitu suatu gejala yang hanya memikirkan merek universitasnya tanpa mempertimbangkan jurusan yang tepat, kalau saya justru sebaliknya. Meskipun saya memikirkan mau masuk universitas mana, tapi saya tidak terlalu mementingkan merek universitasnya, bagi saya yang paling penting adalah bisa belajar sesuai passion dan kemampuan. Nah, mengenai passion sebenarnya saya sudah tau dari awal apa yang menjadi passion saya. Jadi, jauh sebelum saya masuk SMA, saya sudah sangat tertarik dengan profesi wartawan, jadi saya pun mencari berbagai sumber mengenai dunia wartawan mulai dari browsing di internet, tanya ke orang-orang, konsultasi ke orang tua sampai seminarnya pun saya ikutin, alhasil saya pun memutuskan untuk memilih jurusan ilmu komunikasi. Tapi semakin saya berjalan dan seiring waktu berlalu, banyak sebagian orang  dan ibu saya sendiri justru mengatakan kalau saya jauh lebih cocok untuk jurusan psikolog. Kemudian saya berpikir, mungkin ada baiknya juga kalau saya memasukkan jurusan psikolog ke salah satu pilihan prodi saya.

         Oh ya, pasti udah tau kan kalau untuk masuk universitas itu ada banyak jalur, mulai dari SNMPTN, SBMPTN,PMDK,UMP, MANDIRI atau kalau yang mau swasta juga tersedia beasiwa yang berceceran diman-mana. Nah seperti yang sudah saya katakan bahwa faktor biaya adalah salah satu faktor yang cukup saya pertimbangkan. Jadi dari sekian banyak jalur untuk masuk universitas, saya menyandarkan harapan saya pada jalur SNMPTN, yaltu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Kenapa? Karena selain pendaftarannya tanpa biaya, uang semesternya pun bisa dibilang tidak terlalu menguras harta. Saya tau sih, kalau peluang di SNMPTN itu susah, ya secara yang ikutan senasional gitu. Kalau saya analogikan, pendaftar SNMPTN itu seperti anak penyu yang dilepas ke laut bebas dan pada akhirnya hanya beberapa saja yang mampu bertahan. Jadi bisa dibayangkan bagaimana sengitnya untuk masuk universitas di jalur SNMPTN.

     Nah meskipun saya telah mengantongi dua jurusan, tapi saya tidak langsung memasukkan begitu saja dua jurusan tersebut. Saya cari-cari dulu mengenai passing grade, daya tampung, dan lain sebagainya mengenai dua jurusan tadi. Setelah saya telusuri, ternyata dua jursusan tadi passing gradenya lumayan menyeramkan. Oh ya saya lupa bilang, kalau keluarga saya tidak memperbolehkan saya untuk kuliah di luar kota. Alasannya bukan karena takut saya ga bisa mandiri, tapi karena ya itu tadi faktor biaya. “Kalau kuliah di luar kota itu kan biayanya gede, belum lagi kostnya, biaya hidup, mana kita itu ga punya saudara lagi, udahlah cari yang di Jakarta aja” itu lah kata-kata yang dikatakan Ibu saya, ketika saya tanya kenapa saya tidak diperbolehkan untuk kuliah di luar kota. Pilihan saya semakin sempit karena faktor biaya, tapi ga apa-apa saya masih punya kesempatan untuk kuliah.

        Oke, balik lagi mengenai masalah passing grade dan lain-lain. Karena jurusan yang saya pilih yaitu ilmu komunikasi dan psikolog passing gradenya lumayan mengerikan, dan ini terjadi di semua PTN yang ada di Jakarta, saya pun mulai ragu untuk memasukkan dua jurusan tadi, akhirnya saya kembali memikirkan jurusan apa yang layak saya masukkan di prodi SNMPTN tanpa meghilangkan passion, bakat, dan peluang. Sebenarnya sudah beberapa bulan yang lalu saya memikirkan kalau apa yang dikatakan teman dan ibu saya ada benarnya, yaitu saya lebih cocok untuk jurusan psikolog. Karena saya sadar kalau ternyata saya lebih sering menganalisa kepribadian orang sebelum saya berinteraksi dengan orang tersebut lebih jauh, selain itu saya juga sering dijadikan tempat curhat untuk teman-teman saya, dan saya juga senang bisa memberikan saran untuk teman-teman saya selama itu positif. Maka dari itu, saya pun mulai tertarik dengan jurusan psikolog dan bahkan saya punya keinginan untuk bisa menganalisa kepribadian anak-anak. Karena menurut saya anak-anak itu punya pikiran yang sulit ditebak, meskipun kelihatannya sederhana tapi entah kenapa menganalisa kepribadian anak itu punya sensasi serta tantangan tersendiri.

          Nah karena beberapa alasan ini, akhirnya saya mulai melirik jurusan pendidikan luar biasa. Sebenarnya saya juga udah kepikiran untuk masukin jurusan ini di salah satu pilihan prodi saya, karena yang saya tau salah satu mata kuliahnya adalah belajar bahasa isyarat, tapi waktu itu cuman selintas aja, karena mikir seru kali ya kalau bisa bahasa isyarat. Tapi setelah saya memilah milah jurusan, melihat berbagai faktor dan peluang, serta minat dan bakat saya, akhirnya saya memutuskan untuk mancantumkan prodi pendidikan luar biasa UNJ di pilihan pertama.

         Setelah saya mengumumkan pilihan saya ke orang-orang mengenai prodi apa yang saya pilih di SNMPTN, responnya macam-macam, ada yang langsung ngetawain saya, diam sejenak sambil menatap saya, dan bahkan ada yang langsung ceramahin saya, kalau saya salah pilih jurusan. Tapi saya ga peduli dengan respon yang saya terima, justru saya bersyukur karena Allah telah menunjukkan jurusan yang tepat dengan kepribadian saya. Saya yakin kesuksesan seeorang tidak diiihat dari jurusan kuliahnya apa, tapi dilihat dari niat, kerja keras dan doa kita. Asalkan kita menekuni satu bidang dengan sungguh-sungguh, tidak peduli jurusan kita apa dan asal kita darimana, kita pasti bisa jadi orang sukses. Intinya, sukses adalah ketika kita bisa menikmati hidup, dan kenikmatan itu bisa kita bagi untuk orang-orang. Jadi buat kalian yang telah memilih prodi, yang mungkin buat sebagian orang sedikit asing, jangan berkecil hati, selama itu masih menjadi passion kalian, berarti kalian telah menaiki tangga kesuksesan kalian. Ingat PASSION + EFFORT+ PRAY = SUCCESS. Oh ya buat kalian yang baca postingan ini tolong doain saya ya supaya lolos SNMPTN 😊😊 Thanks for reading

05:43:32

Ada saatnya kita berhenti berlari dan diam sejenak untuk melihat semesta yang selama ini mungkin luput dari padangan kita. Kemarin tepatnya pukul 05:43:32 waktu fajar saya mencuri sepotong langit. Entah kali keberapa saya menatap langit yang sama, tapi baru kali ini saya menyadari bahwa  langit yang selama hampir tiga tahun telah menemani hari-hari saya, sangat elegan dan juga mempesona.

Biru karabian dengan taburan putih awan, serta sedikit ungu, juga ada tambahan jingga. Komposisi warnanya begitu meneduhkan. Bila saya punya alat ajaib, saya ingin mencuri waktu pada pagi itu lalu memasukannya ke dalam sebuah toples, lalu saya bekukan hingga waktu tersebut tidak dapat bergerak dan kemudian saya pun terjebak di dalamnya dengan mata yang berbinar, serta perasaan bahagia yang meluap-luap. Tapi saya tahu, bahwa setiap waktu yang begitu indah yang terjadi dalam hidup ini hanya akan berakhir sebagai kenangan. Kita hanya mampu mengingatnya dan sesekali menerawang, membayangkan masa indah itu dengan pikiran kita, tapi tidak pernah benar-benar bisa kembali ke masa itu. Sekalipun itu adalah waktu yang paling indah dan berharga yang pernah terjadi dalam hidup kita, faktanya sang waktu tidak pernah bisa menunggu kita untuk terus menyaksikan momen indah itu. Waktu tetap berputar dan kita pun tidak bisa menghentikannya.  Itu adalah fakta hidup yang menyedihkan sekaligus membahagiakan untuk saya. Sedih, karena saya tidak bisa kembali ke masa-masa indah. Bahagia, karena artinya akan selalu ada harapan baru setiap harinya.

Disini, di malam yang semakin menua dan juga nyamuk yang semakin menggila saya ingin mengungkapkan rasa syukur saya kepada Sang Maha Pencipta yang luar biasanya menciptakan langit dengan sangat detilnya, sangat menabjukan dan semua kata pujian yang tak bisa saya terjemahkan ke dalam kosakata karena begitu hebatnya Dia menciptakan langit dan juga seluruh semesta beserta isinya, Subhanallah, Maha Suci Engkau, terimakasih atas maestro-Mu ya Rabb.

Untuk Itu Kau Hidup

  Mimpi itu datang kembali. Menghampirimu yang tengah lelah. Ia kembali meletup-letup setelah sekian lama redup, untuk itu kau tetap ingin hidup. Kadang mimpi itu bisa sedekat urat nadimu, tapi mengapa rasanya jemarimu susah untuk menjamahnya. Entah karena jari-jarimu yang pendek atau langkah kakimu yang masih diam di tempat, entahlah aku tak tahu, tapi  euforia mimpimu terus melapisi inti hatimu yang telah lama kedinginan di kutub sana.  Meski pagi selalu berat di matamu, tapi mimpimu bagai alarm yang terus membangunkanmu.

     Untuk itu kau hidup, karena mimpi membuatmu bisa melihat apa yang tidak mereka lihat. Ketidakwarasanmu membuatmu melihat ketidakmungkinan menjadi sebuah harapan. Hanya seorang pemimpi yang bisa melihat itu, yang lain tidak. Hanya seorang pemimpi yang bisa melihat satu bintang menjadi gugusan bintang, dan itu kau. Percayalah bahwa mimpimu itu, lahir, hidup dan berkembang dalam setiap jejak langahmu. Ia punya nyawa karena kau berani menghidupkannya.

              Dia dan mereka hanyalah manusia yang telah lama menggugurkan mimpinya. Mereka adalah orang dewasa yang terjebak dalam otak yang sempit dan mengatasnamakannya dengan realitas. Realitas apa yang mereka maksud? Menjalani hidup seperti orang lain harapkan? Berusaha sempurna di mata yang lain tapi mengabaikan harapan dan mimpi-mimpi? Itukah realitas yang mereka maksud? Bukankah karena mimpi kita justru tau arah dan tujuan? Bukankah mimpi adalah alasan kita bangkit setelah kita terjatuh? Tapi dia dan mereka justru mengabaikan mimpi itu. Mimpi adalah anugerah yang dikirim oleh-Nya untuk membuat kita hidup di atas bumi ini, dan untuk itu kita bersyukur dalam setiap karunia-Nya.

Tingkatan Perasaan Seseorang Menuju Cinta Sejati #3

  Selamat malam minggu semuanya, saya kembali lagi nih. Oke kali ini saya mau langsung saja membahas tentang tingkatan yang kedua yaitu Cinta. Di beberapa komentar yang saya baca kemarin ada yang sudah berhasil nebak, tapi gimana ya pembahasannya, yuk langsung saja simak ulasannya di bawah ini.

  • Cinta

Cinta adalah fase dimana anda sudah sangat mengenal dekat dengan si dia, sudah mengerti kekurangan serta karakter dia, sudah akrab dengan keluarga bahkan anda juga sudah sangat hafal dengan hal-hal kecil dari si dia yang mungkin tidak ia sadari. Karena berbagai alasan tersebut, maka dapat dikatakan pada tahap ini sebagian dari anda sudah memiliki orang yang anda cintai atau juga bisa belum, tapi anda sudah sangat yakin kalau anda berhak untuk memilikinya. Jadi bisa disimpulkan bahwa pada fase ini hubungan anda dengan si dia sudah cukup serius. Intinya adalah bahwa cinta merupakan sebuah proses timbal balik antara dua orang yang saling menyayangi.

          Pada fase ini juga, anda merasa bahwa anda akan bahagia jika si dia juga bahagia, maka dari itu pada tahap ini pula pengorbanan adalah hal yang paling sering anda lakukan untuk si dia. Anda rela berkorban untuk si dia, walau itu terasa sulit sekalipun, tapi anda akan mencoba melakukan yang terbaik untuk si dia, karena anda merasa bahwa membuat si dia tersenyum adalah sumber kebahagiaan untuk anda pribadi.

       Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, bahwa cinta adalah proses timbal balik, maka pada tahap ini anda menginginkan adanya imbalan dari orang yang anda cintai. Imbalan yang saya maksud disini bukanlah imbalan berupa uang, tapi lebih berupa perasaan dari si dia. Saya beri contoh, misalnya anda telah menyiapkan surprise yang istimewa untuk si dia, dengan harapan agar dia bahagia dan semakin sayang dengan anda. Harapan agar si dia semakin sayang dengan anda, adalah imbalan yang saya maksud disini. Anda beranggapan bahwa sudah semestinya dia semakin sayang dengan anda karena anda telah membuat si dia bahagia dengan menyiapkan surprise yang istimewa. Anda akan merasa sangat sedih bila si dia ternyata memberikan respon yang biasa-biasa saja. Kesedihan yang anda rasakan sifatnya wajar, kenapa? karena anda mencintainya maka dari itu anda merasa sedih. Tidak hanya itu, anda juga akan merasa sangat kecewa bila pengorbanan yang anda lakukan tidak dihargai oleh si dia. Jadi dapat dikatakan bahwa pada tahap ini, anda mengharapkan adanya timbal balik atas apa yang telah anda lakukan untuk si dia. Anda melamar si dia dengan harapan agar dia menerima anda, anda membuatkan makanan dengan hasil tangan anda sendiri dengan harapan dia menyukainya, anda menikahi si dia dengan harapan memiliki keturunan. Semua yang anda lakukan pada fase cinta ini penuh dengan pengharapan, dan itu sifatnya wajar. Tapi Harapan-harapan ini yang terkadang membuat anda tidak bisa memaklumi kekurangan yang dimiliki oleh pasangan anda.

          Diatas saya mengatakan bahwa anda telah mengerti akan kekurangan serta karakternya. Pada tahap ini anda hanya sebatas mengerti tapi belum bisa memahami. Maksudnya adalah bahwa mengerti dan memahami memiliki arti yang berbeda menurut saya pribadi. Jika mengerti anda hanya sebatas tau dan hafal kekurangan si dia tapi belum bisa memaklumi sepenuhnya, tapi jika anda memahami, tanpa perlu si dia bicara anda sudah tau apa yang seharusnya anda lakukan untuk menutupi kekurangannya. Oleh karena itu terkadang kekurangan yang dia miliki justru malah tidak bisa memenuhi harapan anda dan hal ini membuat anda kecewa. Kekecewaan ini yang menunjukkan bahwa anda belum bisa memahami kekurangan pasangan anda dan anda baru bisa memahami kekurangannya setelah anda berada di fase berikutnya.

           Selanjutnya, pada fase ini rasa rindu juga turut mendominasi perasaan anda. Terkadang sebagian dari anda tidak tahu bahwa sebenarnya anda telah berada di fase ini, dan anda baru menyadari bahwa anda mencintai si dia setelah dia tidak ada di sisi anda. Anda merasa rindu dengan si dia, bila si dia tidak ada disamping anda. Terlebih lagi untuk anda yang sudah memiliki rencana ke jenjang pernikahan. Ketika si dia tiba-tiba harus pergi untuk sementara waktu, maka sudah dipastikan rindu akan terus mewarnai perasaan anda. Jangan khawatir dengan perasaan ini, meski pada dasarnya rindu membuat anda resah dan juga cemas dengan si dia tapi perasaan rindu yang anda rasakan adalah bukti konkret dari cinta. Rindu akan membuat anda terus memikirkan si dia, mengkhawatirkannya, mengingat masa-masa indah tentang si dia, dan itu adalah tanda-tanda bahwa sebenarnya anda tidak hanya mencintai si dia tapi juga sekaligus membutuhkannya.

         Tidak hanya itu, pada fase ini anda juga berusaha untuk terus menjaga cinta yang anda miliki dan juga cinta yang dia miliki. Anda akan berjuang semaksimal mungkin untuk menjaga kesetiaan cinta pasangan anda, tapi terkadang anda lupa bahwa cinta juga butuh di bangun. Artinya adalah bahwa cinta bisa saja hancur sewaktu-waktu. Usia hubungan anda tidak menjamin kualitas cinta anda saat ini. Maksudnya adalah bahwa bisa saja cinta yang anda pertahankan selama ini sebenarnya sudah lama berubah menjadi rasa takut, hanya saja anda tidak menyadarinya. Anda mencoba untuk bertahan dan menjaga kesetiaan cinta anda karena anda mengira bahwa dengan begitu hubungan anda dengan si dia akan baik-baik saja. Anda mengabaikan pertikaian-pertikaian kecil yang sering terjadi antara anda dengan si dia. Karena sikap tidak mau tau inilah yang kemudian menjadi bom waktu untuk hubungan anda. Anda terus mempertahankan hubungan anda dengan si dia, tanpa anda sadari bahwa pertahanan yang anda lakukan selama ini hanya semata-mata karena anda takut kehilangan. Anda hanya takut untuk hidup sendiri, takut kalau kebahagiaan anak anda terenggut bila orangtuanya bercerai. Ketakutan-ketakutan semacam itulah yang akhirnya membuat anda terus mempertahankan hubungan yang sebenarnya sudah tidak memiliki rasa cinta. Maka dari itu daripada anda mempertahankan cinta alangkah lebih bijaknya bila anda membangun cinta. Saya ibaratkan cinta seperti tanah liat, meski sudah dibentuk tapi bisa saja berubah bila ada yang ingin merubahnya, maka agar bentuknya tetap maka harus dikeringkan di bawah terik matahari, tapi meskipun sudah dikeringkan bisa saja akan patah sewaktu-waktu, untuk itu tanah liat tadi harus dipanaskan agar tidak mudah patah. Seperti itulah cinta bila hanya dipertahankan maka akan mudah hancur tapi bila anda terus membangunnya maka cinta itu akan semakin kuat dan kokoh. Ingat bahwa cinta yang terus dipertahankan suatu saat nanti akan menjadi kenangan tapi cinta yang terus dibangun akan semakin sulit untuk dipatahkan.

       Nah para pembaca sekalian pasti lagi bertanya-tanya nih, gimana caranya sih membangun cinta, untuk itu disini saya akan memberikan sedikit tips untuk membangun cinta, berikut tipsnya :

  1. Buatlah kejutan untuk si dia pada perayaan tertentu. Tidak harus yang mewah, sederhana saja tapi pastikan bahwa itu berkesan untuk si dia.
  2. Terus menjalin komunikasi yang baik.
  3. Selesaikan berbagai pertikaian yang sering terjadi antara anda dengan si dia, sekalipun itu pertikaian yang kecil
  4. Luangkanlah waktu untuk si dia. Waktu yang anda luangkan ini bisa anda gunakan untuk mengajak si dia traveling, karena biasanya cara traveling seperti ini akan membuat anda semakin kompak dengan pasangan anda, sebab saat traveling akan ada banyak tantangan yang anda hadapi, tapi bersama pasangan, anda dapat memecahkan tantangan tersebut secara bersama-sama dan ini membuat hubungan anda semakin kompak
  5. Jujur. Ini adalah adalah kunci wajib untuk membangun cinta. Anda harus jujur dengan pasangan anda apapun itu. Karena dengan jujur, semua masalah akan mudah diselesaikan.

        Nah itu dia pembahasan saya mengenai cinta, pasti penasaran kan dengan tingkatan selanjutnya. So sampai jumpa di postingan berikutnya.

Tingkatan Perasaan Seseorang Menuju Cinta Sejati #2

 

    Yuhu I’m come back. Oke kali ini saya akan melanjutkan postingan saya kemarin, mengenai tingkatan perasaan seseorang menuju cinta sejati. Digambar yang saya catumkan terlihat bahwa sayang berada satu tingkat di atas suka, so sayang adalah tingkatan yang kedua. Penasaran kan dengan pembahasannya, jadi tidak perlu berlama-lama lagi, langsung saja simak ulasannya di bawah ini.

  • Sayang

   Setelah anda mengalami fase suka, fase selanjutnya yang akan anda rasakan adalah perasaan sayang. Perasaan sayang tercipta secara alami dan merupakan akumulasi dari perasaan suka. Perasaan sayang biasanya diawali dengan obrolan singkat. Obrolan ini yang akan menjadi penentu penting dalam tingkatan sayang, karena biasanya obrolan yang nyambung juga pola pikir yang sama membuat anda mulai terasa nyaman dengan dia. Obrolan ini yang kemudian membuat anda mulai mengenal karakter satu sama lain, namun bukan berarti anda sudah bisa memahami karakter si dia. Maksudnya karena mengenal dan memahami memiliki arti yang berbeda maka pada fase ini anda hanya sebatas mengenal kebiasaan atau karakter umumnya saja. Misalnya anda tahu bahwa orang yang anda suka memiliki hobi traveling, tapi belum tentu anda tau masalah apa yang tengah dihadapinya kalau ia tidak cerita. Intinya pada tahap sayang, anda hanya tau karakternya setelah si dia curhat dengan anda. Anda belum bisa memahami diamnya si dia atau memahami walau dari sorot matanya saja. Namun pada tahap ini yang menjadi poin penting bukan lagi penampilan luar, melainkan karakter serta pola pikirlah yang menjadi poin utama pada fase ini.

   Pada tahap ini juga, intesitas obrolan anda meningkat drastis dari tahap sebelumnya. Biasanya hal-hal yang dibicarakan bukanlah hal yang mengenai hubungan anda dengan si dia tapi lebih mengenai tentang diri anda masing masing, seperti hobinya, kebiasaannya, mantan-mantannya, begitu juga sebaliknya dengan anda. Dan jika pada tahap sebelumnya terjadi secara spontan dan tiba-tiba, maka pada fase sayang terjadi secara perlahan dan melalui sebuah proses. Seperti yang sudah saya bahas diatas bahwa obrolan dan karakter adalah poin penting dalam tingkatan ini dan merupakan proses yang harus anda lalui untuk bisa menyebut diri anda sayang kepadanya.

     Selain itu, pada tahap ini biasanya orang yang anda sayangi menyita perhatian anda. Misalnya jika biasanya pada malam hari anda memiliki rutinitas yang biasa dilakukan, namun karena ada pesan dari si dia anda menjadi buru-buru membacanya dan membalasnya, yang membuat rutinitas malam hari anda menjadi terabaikan. Saya tidak mengatakan bahwa kerena si dia anda menjadi lalai, namun sejatinya orang yang anda sayang secara otomatis menciptakan ruang di hati anda, yang kemudian akan sering anda kunjungi sebab anda merasa bahagia karenanya. Tapi yang perlu di ingat pada tahap ini adalah tidak selamanya perasaan bahagia terus menghinggapi hati anda, ada kalanya perasaan cemburu menyentuh hati anda. Kenapa? Karena pada fase ini anda mulai punya keinginan untuk memilkinya, jadi wajar saja bila anda merasa cemburu jika ada yang dekat-dekat dengan si dia. Saya ibaratkan seperti anda ingin membeli sepatu yang anda idam-idamkan, namun uang anda belum cukup untuk membelinya, alhasil ada orang lain yang kemudian membelinya, tentu anda merasa marah bukan? Seperti itulah rasa cemburu anda pada tahap ini. Meski saya mengatakan bahwa pada fase suka anda juga mengalami perasaan cemburu, tapi pada fase ini rasa cemburu meningkat dua kali lipat seiring dengan rasa bahagia anda yang juga meningkat.

     Tidak hanya itu, perasaan cemas atau khawatir juga turut hadir mewarnai fase ini. Anda akan merasa khawatir apabila orang yang anda sayangi tidak memberikan kabar untuk anda. Anda takut kalau si dia kenapa-kenapa, apalagi kalau memang benar dia kenapa-kenapa anda akan merasa sangat cemas dan panik. Bisanya hal-hal seperti cemburu dan juga rasa khawatir anda yang membuat hubungan anda dengan si dia menjadi retak. Karena tidak semua orang beranggapan bahwa anda patut untuk cemburu atau khawatir, karena merasa anda bukan siapa-siapanya. Biasanya hal ini terjadi kalau rasa sayang hanya dimiliki oleh salah satu pihak, jadi daripada rasa sayang anda bertepuk sebelah tangan dan berakhir sia-sia maka disini saya akan menuliskan ciri-ciri rasa sayang, jadi anda tau apakah si dia menyayangi anda juga atau tidak. Berikut ciri-cirinya :

  1. Obrolan bisa berlangsung sampai semalaman
  2. Suka nanyain kabar
  3. Membicarakan hal-hal yang dianggap orang tidak penting
  4. Marah kalau tidak memberikan kabar
  5. Suka ngajakin jalan

  Nah untuk anda yang saling memilki rasa sayang, disini saya akan memberikan sedikit tips agar hubungan anda dengan si dia  awet dan bisa berlanjut ke tahap selanjutnya. Berikut tipsnya :

  1. Pastikan bahwa anda menanyakan kabar tidak terlalu sering dalam seharinya, karena biasanya menanyakan kabar seperti ini membuat si dia bosan
  2. Berilah dia ruang sendiri jika dia merasa sedang marah atau kesal, jangan terus menanyakan kenapa, karena hal ini akan membuat dia semakin jengkel
  3. Bicarakanlah hal-hal baru setiap harinya karena biasanya hal-hal baru seperti ini akan membuat si dia terus merespon  anda dan juga membuat si dia semakin kagum karena anda memiliki wawasan yang luas.

Nah itu dia ulasan saya mengenai rasa sayang, so untuk tahap selanjutnya tungguin postingan berikutnya. Sampai jumpa.

Tingkatan Perasaan Seseorang Menuju Cinta Sejati

     Cinta. Adalah kata yang tentunya sudah tidak asing lagi untuk kita. Saya akui saya bukanlah seorang pakar cinta atau apalah sejenisnya, tapi izinkanlah saya di postingan kali ini membahas sedikit tentang cinta. Kenapa sedikit? Ya karena sejatinya membahas cinta sama saja seperti kalian menguras lautan, tidak akan pernah habis, karena begitu luasnya pemaknaan tentang cinta. Oleh karena itu, disini saya tidak akan membahas apa itu cinta, karena saya yakin setiap umat manusia di muka bumi ini punya definisi masing-masing tentang cinta. Lalu apa yang akan saya bahas? Mungkin itulah pertanyaan pertama yang terlintas di benak kalian. Oke, tidak perlu berlama-lama, yang saya akan bahas di postingan kali ini adalah mengenai tingkatan perasaan seseorang menuju cinta sejati. Sebenarnya cinta itu sendiri tidak berada di puncak teratas lho, justru ada satu hal yang sering kita lupakan tapi sangat sulit untuk dilakukan. Itulah dia yang berada di puncak perasaan seseorang. Apakah itu? Penasaran? Dan berada di tingkat berapakah cinta? Simak bahasannya di bawah ini ya.

  • Suka/Tertarik/Kagum

      Ada beberapa dari teman saya yang mengatakan bahwa suka, tertarik, dengan kagum memiliki arti yang berbeda-beda. Meskipun secara harfiah memang benar demikian, tapi menurut saya suka, tertarik, atau kagum berada di level yang sama, yaitu level pertama. Sebelum mencintai seseorang, perasaan inilah yang pertama kali menghinggapi hati seseorang. Umumnya perasaan suka dinilai dari segi luarnya. Artinya hal pertama yang disukai seseorang adalah penampilan luarnya. Entah itu wajahnya yang rupawan, atau penampilannya yang memikat, atau stylenya yang kita sukai. Apapun itu intinya adalah penampilan luarnya adalah poin pertama dalam proses percintaan seseorang. Disini saya tidak mengatakan bahwa nilai karakter tidak memiliki poin penting dalam sebuah hubungan, justru karakterlah yang menjadi penentu kuat hubungan, tapi sekali lagi fisik atau penampilan adalah hal yang pertama kali dilihat oleh seseorang.

    Perasaan suka, tertarik, atau kagum biasanya memiliki batasan waktu yang relatif singkat. Maksudnya, tidak selamanya perasaan suka akan terus dimliki oleh seseorang, ada beberapa faktor yang menyebabkan perasaan suka pudar atau bisa juga justru berlanjut ke tahap selanjutnya. Intinya  perasaan suka bisa datang pada momen kapanpun. Hanya kita yang berhak menetukan apakah perasaan suka harus berlajut atau tidak. Tapi perlu diketahui,  bahwa perasaan suka mendatangkan sensasi unik, maksudnya perasaan suka membuat kita merasa terus bahagia setiap kali melihat orang yang kita suka atau bersemangat setiap kali ada yang berhubungan dengan dirinya. Banyak hal positif yang kita dapat dari perasaan suka ini, seperti kita menjadi termotivasi untuk melakukan hal yang terbaik di depan dia, yang jelas perasaan suka adalah tahap dimana kita merasa begitu bahagia saat sedang jatuh cinta.

      Yang jadi satu catatan penting disini adalah, suka datang secara tiba-tiba, itulah yang menyebabkan sebagian dari kita atau yang lainnya terkadang tidak menyadari datangnya perasaan ini, karena sifatnya yang spontan dan begitu mendadak membuat kita terkadang bingung dengan perasaan sendiri. Dan yang lebih bahayanya lagi, karena kita tidak tahu apakah perasaan yang sedang kita rasakan oleh seseorang suka atau tidak, membuat perasan tersebut justru lepas dari kendali kita, yang menyebabkan perasaan tersebut mengalir tanpa arah. Akhirnya kitalah yang justru dikendalikan oleh perasaan kita sendiri, padahal Tuhan telah menganugerahkan kepada kita akal dan rasa yang luar bisa hebatnya, untuk itulah yang seharusnya mengendalikan perasaan adalah kita sendiri, bukan sebaliknya. Kenapa? Agar perasaan kita tidak melebihi perasaan cinta kita kepada Sang Maha Pengasih. Agar perasaan suka yang kita miliki bisa tumbuh dengan indah.

     Tapi jangan khawatir, disini saya tidak hanya membahas tentang tingkatan perasaan seseorang menuju cinta sejati, saya juga akan memberikan beberapa ciri-ciri mengenai perasaan suka, jadi kalian yang sedang membaca postingan saya bisa tau apakah kalian sedang berada di fase suka atau tidak. Berikut ciri-cirinya :

  1. Selalu cari perhatian di depan dia.
  2. Selalu ingin tahu segala tentang dia atau setiap kali ada yang berhubungan dengan dia
  3. Suka senyum-seyum sendiri
  4. Salah tingkah kalau ketemu dengan si dia
  5. Akan marah kalau ada yang dekat-dekat dengan si dia atau ada yang menyakitinya
  6. Akan berusaha berpenampilan semenarik mungkin
  7. Selalu curhat ke teman-teman tentang si dia
  8. Suka memimpikan tentang si dia
  9. Selalu senang setiap kali bertemu dengan si dia.
  10. …..?

    Nah itu dia ciri-ciri dari perasaan suka, untuk poin yang kesepuluh kalau ada yang sedang merasa suka sama seseorang boleh banget diisi di kolom comment untuk melengkapi. Dan buat yang penasaran sama tingkatan perasaan menuju cinta sejati yang selanjutnya, So sampai jumpa di postingan selanjutnya ya..!

Catatan Akhir Tahun

    Esok tahun akan berganti. 2017 adalah tahun yang akan menjadi pijakan awal ku. Aku harap begitu. Tak banyak yang aku lakukan di penghujung Desember tahun ini, hanya saja akhir-akhir ini aku merindukan kalian.

    Aku tak tau kapan semua ini dimulai, tapi ketika kalian hadir dan kita tertawa, aku tau suatu saat nanti semua ini akan berakhir. Masa masa itu kembali menyelinap dalam ingatanku. Hal-hal kecil yang mungkin tak pernah kalian sadari justru adalah hal yang paling aku ingat. Sederhana tapi itu  berkesan buatku. Seperti saat kita tertawa tanpa batas di dalam angkutan umum yang nantinya akan memisahkan kita di sebuah persimpangan. Aku sangat ingat bagian itu. Sangat ingat hingga akhirnya aku duduk sendiri disini dan menyadari bahwa semua itu telah menjadi kenangan.

     Kalian seperti novel teenlit untukku. Ketika pertama kali membukanya, aku merasa jenuh dan bosan tapi anehnya tanganku terus tergerak untuk membuka tiap lembarnya. Aku baca dan terus baca, hingga akhirnya aku berada di titik akhir epilog dan aku menyadari bahwa ternyata tidak butuh waktu lama untuk menghabiskannya, tapi aneh aku merasa seperti ada bagian yang terlewatkan olehku, bagian teramat penting untuk novel itu, bagian yang akhirnya membuatku terpaksa kembali mengulangnya.

    Seperti itulah kalian. Aku bosan harus bersama-sama dengan kalian setiap saat. Istirahat berdering harus makan bersama. Liburan panjang harus jalan-jalan bersama. Tiap ada ulang tahun harus dirayakan dengan suprise yang sudah pasti bisa ditebak. Curhat dengan masalah cinta yang selalu sama. Aku bosan dengan itu semua. Tapi ketika semua itu berakhir, aku sadar hal yang paling aku bosankan saat itu justru adalah hal yang paling aku rindukan saat ini. Dan kini aku menyadari bahwa aku telah melewati hal itu selama satu tahun ini. Aku melewatkan momen paling penting dalam kebersaamaan kita, dan setiap kali aku mencoba untuk kembali, aku ingat bahwa satu per satu dari kita telah pergi menuju jati diri masing – masing. Aku tak mungkin kembali hanya untuk menunggu, untuk itu aku juga akan pergi, karena aku percaya ketika aku pergi dan kalian pergi maka suatu saat nanti akan ada yang jalan mempertemukan kita. Meski aku ragu saat ini, namun salah seorang dari kalian pernah mengatakan bahwa ketika kita menuliskan harapan, maka itu akan terjadi, dan aku percaya itu. Aku harap kelak kita akan bertemu dan tertawa lagi kawan.

​Tetap Tersenyum

Malam ini Rembulan mengutukku

Di sela-sela bintang di  langit

Kujumpai rupamu kembali

Bolamatamu bulat laksana pingpong

Menonjol di antara organ lain di wajahmu

Kilaumu bak kilat di tengah ilalang

Kau tikam aku dari sinarmu

Menghujam jantungku hingga ke inti oleh suaramu

Dari kerongkonganmu

Kau muntahkan egomu

Dan BUMM !!

Laksana atom kalimatmu itu

Kau pergi tanpa alasan

Dan Aku

tetap tersenyum disini

Jakarta, 08 Desember 2016

Kamu Dan Dia ( Catatan Kecil Tentang Sahabat )

            Hari-hari berlalu tanpa pernah kusadari perputarannya begitu cepat, seolah gerak matahari begitu tergesa-gesa membuatku tersadar sudah lama kebersamaan itu hilang diantara kita. Aku ingat hari dimana kita tertawa tanpa sungkan, melakukan hal konyol tanpa peduli perkataan orang lain dan hari dimana kita selalu bersama dan selalu ingin bersama. Tapi hari-hari itu hanyalah bagian dari kebersamaan yang telah berubah menjadi sebuah kenangan. Kita tidak mungkin kembali lagi dan saat ini persahabatan hanyalah sebuah rumah kosong yang usang dimataku. Aku, kamu, dia dan yang lainnya hanyalah penghuni yang perlahan pergi. Meski kamu menganggap bahwa dia yang telah pergi, tapi tanpa kamu sadari kamu pun juga telah memilih untuk pergi. Meski kamu mengatakan bahwa kamu dan yang lainnya tetap bertahan di rumah itu, pada akhirnya kamu dan yang lainnya telah lama berbalik arah meninggalkan rumah itu. Kamu dan dia adalah penghuni yang pergi tanpa pamit dan tidak pernah tau caranya kembali. Walau kamu mengatakan kehilangan satu orang sahabat tidak akan berarti apa-apa tapi kamu harus tahu bahwa Persahabatan bukanlah sebuah jumlah yang tingkatannya menunjukan indikator kebahagiaan. Persahabatan bagaikan anggota tubuh yang bila kehilangan satu saja menjadi tidak akan seimbang. Aku adalah bagian kecil dari persahabatan kalian, tapi aku tetap menganggap kalian sebagai kawan terbaik. Tidak banyak kenangan diantara aku dengan kalian yang terekam di otakku, hanya kejadian kecil yang manis yang masih tersisa di benakku, tidak sebanyak kenangan kamu dengan dia yang mungkin terisi berlembar-lembar halaman, tapi kini hanya bagaikan separuh paragraph yang tak pernah kalian baca. Melihat kalian berjalan masing-masing seperti orang asing yang tak pernh bertemu adalah sebuah kebodohan dimataku. Bodoh karena kalian tidak berani memulai kembali, bodoh karena aku tidak bisa menyatukan kalian kembali, dan bodoh karena aku hanya bisa mengutarakan pendapatku mealalu tulisan ringan ini. Di kalimat terakhirku ini, aku hanya berharap suatu saat nanti semoga kamu membutuhkan dia, dan dia membutuhkan kamu, kemudian kamu dan dia menyadari bahwa sebenaranya kalian saling membutuhkan.

Jakarta, 06 Oktober 2016